CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Selasa, 02 September 2008

Aku bingung akan siapa diriku.



Aku tak bisa menilai diriku, aku tak bisa mengatur diriku. Terus, siapa yang bisa? Aku tak tahu, dengan diriku sendiri saja aku tidak kenal, aku tidak memahami, dan tidak tahu menahu. Aku tidak tahu dimana aku bisa mencurahkan isi perasaanku, karena aku tidak tahu apa yang akan kucurahkan.

Ingin sebenarnya aku ingin mengeluarkan segala uneg-uneg yang ada di hati, tapi, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan dan kepada siapa aku harus mencurahkan. Sampai saat ini, belum ada seorangpun yang tahu siapa aku sebenarnya, begitu juga dengan diriku, namun, dalam lubuk hatiku yang terdalam aku yakin, aku yang sekarang bukanlah aku yang sebenarnya. Semua saat ini adalah semu, fana.

Aku masih mencari jati diriku yang sebenarnya, selama 17 tahun hidupku, aku belum juga menemukan apa arti kehidupan, aku terbalut dalam kehidupan semu. Satu sisi, jiwaku berkata bahwa ini adalah hidupku, tapi, terkadang, di malam sunyi, disaat aku sedang terdiam, hati nuraniku berkata, aku bukanlah aku. Ini bukan hidupku, dan saat itu aku ingin mencari apa arti hidup yang benar bagiku, namun sayang, keinginan itu terhembus disaat aku bertemu kembali dengan duniaku, dengan orang-orang yang kucintai, kusayang, dan sahabat-sahabat terkasih. Aku kembali menjadi aku yang dahulu, aku yang belum sempat berbenah, aku yang belum sempat berubah menjadi aku yang lebih baik. Jujur, hati nuraniku selalu berontak padaku untuk mencari, mengubah diriku menjadi lelaki yang benar, namun, godaan nafsu dan hasutan-hasutan terus membelengguku dari perubahan lelaki sejati.

Ternyata aku masih menjadi lelaki yang lemah, lelaki yang tiada tabah menghadapi cobaan yang dihadapkan. Apakah aku masih bisa menjadi seorang lelaki sejati seutuhnya? Aku yakin,hanya aku yang akan bisa menjawabnya, bukan kedua orang tua ku yang sangat kusayang, bukan adik perempuan semata wayangku yang kucinta, bukan sahabat-sahabat terkasih, dan bukan siapa-siapa. Hanya aku, seorang yang terjerembab dalam sebuah lubang. Aku ingin kembali meraih permukaan, agar aku bisa menjalani hidupku, sesuai dengan jalan yang benar, dan lurus.

0 komentar: